13.Herlina sandy Pareira,ST,Lurah Berdao.
14.Aloysius Berek Asa,SE,Lurah Beirafu.
15.Wihelminus suri Kehik,Amd,Lurah Umanen.
16.Wenseslaus Y Dacosta Bria,SE,MM,lurah manuaman.
17.Emerentiana moru,SST,lurah faktubot.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Vicente Hornai Gonzalves menekankan bahwa jabatan bukanlah sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab besar, kejujuran, dan dedikasi tinggi.
"Sebagai aparatur pemerintah, kita harus menyadari tantangan pembangunan masih besar. Saya berharap pejabat yang dilantik mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan," ujar Wabup Vicente.
Menariknya, Wabup juga mengutip prinsip "Kidlin’s Law" untuk memotivasi para pejabat baru. Ia berpesan agar setiap pemimpin mampu mengidentifikasi masalah secara spesifik agar solusi dapat ditemukan dengan cepat.
"Jika kamu menuliskan masalah dengan jelas, kamu telah menyelesaikan setengah dari masalah tersebut. ASN adalah pelayan masyarakat, bukan pihak yang dilayani. Jadilah ASN yang modern, kompeten, dan solutif," tegasnya.
Menutup arahannya, Wabup mengajak seluruh jajaran untuk menjaga nilai gotong royong dan profesionalisme demi mewujudkan visi Kabupaten Belu yang berkualitas, mandiri, harmonis, demokratis, dan berbudaya.
Acara ini turut dihadiri oleh pimpinan DPRD Kabupaten Belu, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, pimpinan OPD, serta tokoh agama sebagai saksi rohaniwan.