Minggu (31 Mei): Final Race Hari Kedua sekaligus pembagian hadiah.
Sejauh ini, pembalap dari klub-klub Kota Atambua, Kabupaten Malaka, TTS, Kupang, dan Rote telah mengonfirmasi kehadiran mereka, sementara tim dari Kabupaten Alor masih dalam proses konfirmasi.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten TTU, Hendricus K.O. Meko. Menurutnya, kehadiran sekitar 10 pembalap reguler tingkat nasional dan Asia yang dikontrak oleh tim-tim lokal (TTU, Belu, dan Kupang) membuat Kefa Prix 2026 layak dijuluki sebagai "Event Lokal Rasa Nasional".
"Ini adalah satu kebanggaan untuk kita karena event ini juga akan diliput oleh jurnalis dari majalah otomotif nasional. Secara tidak langsung, nama TTU akan semakin dikenal luas," ungkap Hendro.
Lebih lanjut, Hendro memaparkan bahwa perputaran ekonomi di Kota Kefamenanu melonjak tajam menjelang event. Banyak pelaku usaha, khususnya pemilik hotel dan penginapan, melaporkan bahwa kamar-kamar mereka sudah habis dipesan oleh tim balap dari luar daerah jauh-jauh hari.
"Kegiatan ini membawa dampak multiplayer effect yang besar bagi masyarakat. Ekonomi bergerak, sektor perhotelan, warung makan, hingga pelaku UMKM semuanya ramai pembeli," tambahnya.
Menutup keterangannya, IMI TTU berharap adanya sinergi dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar jalannya balapan dari babak kualifikasi hingga final dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.***