“Kami para guru terutama para siswa hanya berusaha yang terbaik. Kami berusaha mengubah kulit pisang menjadi produk seperti es krim, pupuk cair, dan pupuk kompos,” kata Antonius.
Bagi pihak sekolah, hadiah ratusan juta rupiah ini merupakan amanah besar untuk terus mengembangkan inovasi demi masa depan anak didik mereka. Ke depan, SMP IL Kapten Fatubaa menargetkan untuk mengurus sertifikasi BPOM, mematenkan produk, serta menularkan formula sukses ini ke sekolah-sekolah lain di Indonesia.
“Kami punya tugas melanjutkan projek ini karena tujuan kegiatan ini bukan untuk memenangkan penghargaan, namun untuk para siswa kami, masa depan mereka, dan komunitas di sekitar kami. Kami ingin terus berproduksi dan memberikan manfaat kepada lebih banyak siswa dan komunitas,” pungkas Antonius.
Sumber :iNewsBelu.id