pendidikan

Tekan Stunting di Lembata, Riset Undana Olah Hasil Perikanan Jadi Pangan Bergizi

Sabtu, 12 September 2026 | 23:45 WIB
Ket:Dr. Hamza H. Wulakada bersama tim peneliti. Program ini berfokus pada pendampingan langsung, pengolahan produk, hingga pembentukan model usaha masyarakat (foto:MT)

LEMBATA, MEDIATIHAR.COM- Universitas Nusa Cendana (Undana) menghadirkan program riset berdampak berbasis hilirisasi produk perikanan di Kabupaten Lembata. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.


​Riset bertajuk Model Hilirisasi Produk Perikanan Berbasis Industri Rumah Tangga sebagai Strategi Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Lembata ini dipimpin oleh Dr. Hamza H. Wulakada bersama tim peneliti. Program ini berfokus pada pendampingan langsung, pengolahan produk, hingga pembentukan model usaha masyarakat.


​Ketua Tim Peneliti Undana, Dr. Hamza H. Wulakada, menjelaskan bahwa riset ini menerapkan pendekatan Triple Helix yang menyinergikan peran pemerintah, akademisi, dan dunia usaha.


​“Kami ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat. Potensi perikanan Lembata tidak boleh berhenti pada angka laporan, tetapi diolah menjadi produk dan usaha yang memberi nilai tambah ekonomi serta pemenuhan gizi keluarga,” ujar Dr. Hamza.


​Dalam pelaksanaannya, lima desa ditunjuk sebagai lokasi pengembangan, yakni Desa Babukerong, Weijarang, Weilolong, Kolipadan, dan Tapobaran. Setiap desa diarahkan memilih tiga produk unggulan dari enam opsi olahan perikanan, yaitu:


​Bromen


​Abon ikan


​Ikan kering


​Keripik ikan


​Bubuk ikan


​Ikan asap


​Selain mendampingi proses produksi, riset ini mencakup pemetaan rantai nilai, pengujian keamanan pangan, analisis kelayakan usaha, penguatan kelembagaan BUMDes/UMKM, hingga perumusan standar operasional prosedur (SOP) dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.


​Langkah inovasi akademik ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Petrus S. Atawuwur, S.Pi., menyatakan bahwa hilirisasi merupakan jawaban atas tantangan pemanfaatan potensi laut daerah agar tidak sekadar dijual dalam bentuk mentah.


​“Masyarakat jangan hanya berhenti pada menangkap dan menjual ikan segar. Perlu ada pengolahan agar ada nilai tambah dan peluang usaha baru. Kami berharap hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi menjadi model usaha yang dilanjutkan oleh desa dan UMKM,” kata Petrus.


​Melalui sinergi ini, program hilirisasi diharapkan menjadi acuan strategis daerah dalam mengintegrasikan ketahanan pangan, penguatan ekonomi warga desa, dan penanganan masalah gizi secara berkelanjutan di Kabupaten Lembata.

Tags

Terkini