pendidikan

Bupati Willy Lay Sebut Pendidikan Kunci Utama Perubahan SDM di Kabupaten Belu

Senin, 5 Oktober 2026 | 11:42 WIB
Ket: Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., berdiskusi bersama perwakilan akademisi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dan jajaran Pemkab Belu di Ruang Kerja Bupati Belu (foto:MT)

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu terus memperkuat langkah transformasi pendidikan daerah melalui kolaborasi strategis bersama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta perluasan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke wilayah perbatasan.


​Langkah konkret ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antar kedua lembaga. Pembahasan program kerja tersebut berlangsung dalam pertemuan resmi di Ruang Kerja Bupati Belu pada Senin (5/10/2026).


​Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., menegaskan pentingnya pembenahan sektor pendidikan secara menyeluruh sebagai sarana memutus rantai kemiskinan dan mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM).


​"Kalau kita ingin mengubah kehidupan masyarakat, kita harus memperbaiki pendidikan. Pembenahan ini harus dimulai dari jenjang PAUD, sekolah dasar, sekolah menengah, hingga penyiapan keterampilan kerja bagi generasi muda," tegas Willybrodus Lay.


​Bupati menambahkan bahwa kesenjangan mutu antara sekolah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Belu. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Belu mendorong percepatan penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, serta pemerataan fasilitas PAUD hingga ke tingkat dusun. Langkah ini krusial agar anak-anak memiliki kesiapan belajar yang matang sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.


​Perwakilan UKSW Salatiga, Prof. Dr. Ferdy S. Rondonuwu, S.Pd., M.Sc., menyatakan kesiapan kampusnya untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi Belu. UKSW akan menerjunkan kepakaran akademisnya melalui skema Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.


​"Persoalan pendidikan merupakan masalah mendasar yang membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Melalui kerja sama ini, kami siap berbagi pengalaman dan menerapkan model pendampingan yang konkret sesuai kebutuhan daerah," ujar Prof. Ferdy.


​Melalui kemitraan ini, Pemkab Belu dan UKSW optimistis dapat menghadirkan program pendidikan yang terukur, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung bagi kemajuan generasi muda di wilayah perbatasan Indonesia Timur.


​Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran perwakilan UKSW Salatiga yakni Prof. Dr. Wahyu H. Kriyanto, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Henti L. Mampouw, S.Pd., M.Si. Sementara dari pihak Pemkab Belu hadir Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (PKO) beserta para Kepala Bidang, Kepala Badan Planologi, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D), serta Tim Percepatan Pembangunan Sektor Pendidikan.***

Tags

Terkini