TASBAR,MEDIATIHAR.COM – Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti Aula Biara SVD St. Yosef Nenuk pada Kamis (1/10/2026). Ribuan umat, rohaniwan, rohaniwati, serta jajaran pejabat pemerintah berkumpul untuk menghadiri Perayaan Pentahbisan Imam Baru Serikat Sabda Allah (SVD) Provinsi Timor.
Mengusung tema "Ini Aku Tuhan, Utuslah Aku", Misa Pentahbisan dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. Dalam perayaan sakral tersebut, sebanyak enam diakon resmi menerima Sakramen Imamat yang menandai babak baru perjalanan pelayanan mereka sebagai gembala umat.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Belu, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengorbanan para keluarga yang telah mempersembahkan putra-putra terbaik mereka bagi Gereja.
"Menjadi imam bukan sekadar sebuah kehormatan, melainkan panggilan dan tanggung jawab pelayanan. Tahbisan yang diterima hari ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk menghadirkan kasih Tuhan di tengah umat," ujar Vicente dalam sambutannya.
Vicente menekankan bahwa tema pentahbisan tersebut merupakan inti dari penyerahan diri. Ia berpesan agar para imam baru senantiasa menjadi teladan, hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, serta menjadi jembatan persaudaraan di tengah dinamika masyarakat Kabupaten Belu yang majemuk.
"Jangan pernah lelah untuk melayani. Jangan pernah kehilangan hati untuk mendengarkan umat, dan jangan pernah berhenti menjadi tanda kehadiran Tuhan bagi siapa saja yang Saudara layani," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu mengapresiasi peran vital Gereja dalam pembinaan karakter masyarakat. Pembangunan daerah, menurutnya, tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan kualitas manusia yang beriman dan berkarakter.
Sementara itu, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr., dalam homilinya mengungkapan rasa syukur atas melimpahnya panggilan imamat di Keuskupan Atambua. Ia menyampaikan bahwa Keuskupan Atambua tidak mengalami kekurangan panggilan, bahkan dijadwalkan akan kembali menggelar pentahbisan bagi imam projo pada November mendatang.
"Kita bersyukur karena Tuhan memberikan rahmat panggilan. Hari ini kita mengirim anak-anak kita untuk menjadi bagian dari pelayanan iman bagi umat manusia dan Gereja, bahkan hingga ke berbagai negara," kata Uskup Atambua.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendidik dan melepaskan putra mereka untuk tugas gerejani. "Di balik panggilan seorang imam, ada doa seorang ibu dan pengorbanan seorang ayah. Keluarga tidak kehilangan seorang anak, melainkan mempersembahkan seorang putra bagi Tuhan," tuturnya.
Adapun enam imam baru yang resmi ditahbiskan yakni:
Pater Kanisius Bauk, SVD
Pater Yosef Mario Ambasan, SVD