ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM– Sebanyak 59 warga binaan beragama Katolik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua resmi menerima Sakramen Krisma, Sabtu (10/10/2026). Penerimaan sakramen ini menjadi bagian dari upaya penguatan mental, pemulihan diri, dan persiapan reintegrasi sosial bagi para warga binaan.
Pelayanan Karunia Roh Kudus tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr., dengan didampingi Romo Servas dan Romo Leo. Momen ini diharapkan mampu membantu para warga binaan membangun karakter yang luhur, menyembuhkan luka batin masa lalu, serta memberikan kekuatan moral agar tidak mengulangi kesalahan serupa.
Misa kudus yang berlangsung khidmat di Kapela Lapas Atambua mulai pukul 09.00 WITA ini menghadirkan Cipriano Gomes dan Virginia Gomes sebagai bapak dan ibu saksi. Rangkaian ibadah turut dihadiri oleh Kepala Lapas (Kalapas) Atambua Antonio Da Costa, Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Pascoela Antonio, jajaran pegawai, peserta magang, serta warga binaan lainnya.
Dalam khotbahnya, Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr. menegaskan pentingnya peranan Roh Kudus dalam membimbing perjalanan hidup setiap umat beriman, sebagaimana peristiwa Pentakosta.
"Penerimaan Sakramen Krisma ini adalah Pentakosta baru bagi para warga binaan. Roh Kudus yang tercurah hari ini memberikan kekuatan rohani, keberanian, dan pembaruan hidup. Jadikan momen ini sebagai titik balik untuk bangkit, meninggalkan masa lalu, serta menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi sesama," tutur Mgr. Dominikus.
Pada kesempatan yang sama, Kalapas Atambua Antonio Da Costa menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian Keuskupan Atambua terhadap pembinaan kerohanian di lembaga pemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Uskup dan para Romo. Pembinaan mental dan spiritual seperti ini merupakan pilar utama dalam proses reintegrasi sosial. Kami berharap sakramen ini menjadi bekal iman yang teguh bagi para warga binaan selama menjalani masa pidana hingga kembali ke masyarakat kelak," ujar Antonio.
Rasa haru dan syukur juga terpancar dari para penerima sakramen. Oskar Lebo, salah satu warga binaan penerima Sakramen Krisma, mengaku tersentuh usai mengikuti prosesi ibadah tersebut.
"Saya merasa sangat bersyukur dan terharu bisa menerima Sakramen Krisma di dalam Lapas. Ini menjadi momen perjumpaan yang luar biasa dengan Tuhan. Saya merasa dilahirkan kembali dan siap menjadi pribadi yang baru," ungkap Oskar.
Kegiatan perayaan spiritual ini mempertegas komitmen Lapas Atambua dalam menjalankan program pembinaan keagamaan secara berkelanjutan sebagai sarana pemulihan diri bagi warga binaan.