“Dari Belu, kita berani berinovasi. Suara guru adalah suara masa depan bangsa,” ujar Yanuarius.
Lomba yang diikuti oleh 11 tim perwakilan cabang PGRI se-Kabupaten Belu ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ketua Panitia, Ony Ratu Dabo, menyatakan bahwa ajang ini merupakan ruang ekspresi bagi para guru untuk melepas penat sekaligus mempererat solidaritas antar-pendidik di wilayah perbatasan.
Acara dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Ketua DPRD Belu, Theodorus Manehitu Djuang, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Belu, Bank NTT, BPJS Kesehatan, dan Polres Belu.