Rabu, 14 Oktober 2026

Buka Pameran Pangan Lokal, Wabup Belu Ajak Gerakkan Ekonomi UMKM dari Dapur Rumah

Photo Author
Haman Hendrikus, Mediatihar.com
- Sabtu, 3 Oktober 2026 | 00:32 WIB
Ket: Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T. meninjau salah satu olahan pangan lokal produk UMKM pada Pameran Pangan Lokal di Pelataran Plaza Pelayanan Publik (foto:MT)

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mencintai dan mengonsumsi produk pangan lokal. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis UMKM.


​Hal tersebut disampaikan Wabup Belu saat membuka Pameran Pangan Lokal bertema “Kreasi Lokal untuk Ketahanan Berkelanjutan” di Pelataran Plaza Pelayanan Publik, Atambua, Jumat (2/10/2026) malam.


-


​Dalam sambutannya, Vicente menegaskan bahwa pameran ini tidak sekadar menjadi ajang promosi atau perlombaan, melainkan wadah untuk mengenalkan kekayaan pangan daerah serta memacu kreativitas dan inovasi pengolahan produk lokal.


​Mengusung semangat Rai Belu, Fila Ba Abut (kembali ke akar), ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menghargai warisan leluhur, termasuk tradisi mengonsumsi hasil bumi dari tanah sendiri.


​“Gerakan konsumsi pangan lokal harus dimulai dari lingkup keluarga, sekolah, masyarakat, hingga instansi pemerintahan. Kita perlu terus mendorong diversifikasi pangan karena sumber gizi tidak hanya berasal dari beras, tetapi juga jagung, ubi, dan aneka komoditas lokal lainnya,” ujar Vicente.


-


​Pada kesempatan tersebut, Vicente juga menyampaikan rasa bangganya atas ditetapkannya Ai Uhik Kuhus (Ubi Kayu Kukus) sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026. Menurutnya, penetapan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengenalkan tradisi kuliner tersebut kepada generasi mendatang.


​Ia turut mengapresiasi peran penting pelaku UMKM, khususnya kelompok perempuan, yang dinilai konsisten mengolah pangan lokal menjadi produk yang kreatif, higienis, bernilai tambah, serta berdaya saing tinggi di pasar.


​Guna mendukung keberlanjutan sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen memfasilitasi pengembangan UMKM melalui pelatihan pengolahan produk hingga penyediaan ruang pameran. Upaya ini sejalan dengan target Pemkab Belu untuk menjadikan daerahnya sebagai pusat festival di Pulau Timor.


​Vicente mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum pameran ini sebagai aksi nyata dalam mencintai produk dalam negeri.


​“Membeli dan mengonsumsi pangan lokal berarti kita turut mendukung keberlangsungan hidup petani, nelayan, pelaku UMKM, serta seluruh rantai ekonomi masyarakat,” tegasnya.


-


​Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Belu optimistis optimasi potensi pangan daerah mampu membawa kemajuan signifikan bagi wilayahnya.


​“Dari pangan lokal kita bangun Kabupaten Belu. Dari Kabupaten Belu kita bangun NTT yang semakin maju,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Haman Hendrikus

Tags

Terkini

Terpopuler

X