Dalam forum tersebut, potensi pariwisata juga menjadi sorotan utama, khususnya agenda tahunan Festival Fulan Fehan yang melibatkan ribuan penari Likurai. Budaya lokal dinilai sebagai instrumen vital untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus daya tarik wisatawan internasional.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Belu optimis Atambua akan bertransformasi menjadi kota perbatasan yang tertata, memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata, dan menjadi simbol kebanggaan Indonesia di mata dunia.
"Membangun Belu berarti membangun Indonesia," pungkas Bupati.