sosbud

Wabup Belu Resmikan Rumah Adat Suku Salakwain, Ajak Pemuda Rawat Adat di Era Modern

Rabu, 30 September 2026 | 16:12 WIB




Ket: Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves (tengah), berfoto bersama para tokoh adat dan masyarakat Suku Salakwain usai peresmian Rumah Adat Uma Dato Suri Asuk Tuan di Desa Tukuneno, Tasifeto Barat (foto:MT)

BELU,MEDIATIHAR.COM– Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, meresmikan Rumah Adat Suku Salakwain Uma Dato Suri Asuk Tuan di Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Rabu (30/9/2026).


​Dalam sambutannya, Vicente menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya sebagai pejabat pemerintah, melainkan juga bagian dari keluarga besar Suku Salakwain melalui ikatan kekeluargaan dan perkawinan.




-
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, memberikan sambutan saat peresmian Rumah Adat Suku Salakwain di Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat.

​Ia menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah pesatnya perkembangan era modern dan teknologi. Menurutnya, generasi muda Suku Salakwain tidak boleh melupakan akar budaya mereka.


​"Rumah adat ini adalah tempat kita berkumpul, saling menghormati, dan bermusyawarah. Melalui momentum ini, kita ingatkan generasi muda agar tidak lupa pada adat istiadat yang diwariskan leluhur," ujar Vicente.


​Vicente juga menyoroti bahwa perpaduan antara adat, budaya, dan kelestarian alam merupakan daya tarik utama sektor pariwisata. Ia mencontohkan Pulau Bali yang berhasil memikat wisatawan mancanegara berkat komitmen masyarakatnya dalam memegang teguh budaya dan tradisi.


​Ia berharap peresmian ini menjadi momentum bagi masyarakat Suku Salakwain dan warga Kabupaten Belu pada umumnya untuk membuktikan kepedulian terhadap kelestarian alam, sehingga keberlanjutan sumber daya air dan hasil bumi tetap terjaga.




-
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, memotong pita menandai peresmian Rumah Adat Suku Salakwain Uma Dato Suri Asuk Tuan di Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

​Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Belu. Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian ritual adat, seperti tradisi Manu Aman Tuku Neno (adu ayam) yang merupakan bagian dari Kenaian Lidak.


​Puncak acara ditutup dengan prosesi pemotongan kerbau di Sadan atau Mesbah (altar) Suku Salakwain Uma Dato Suri Asuk Tuan. Ritual tersebut menjadi simbol ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah adat.


-


​Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolres Belu, Anggota DPRD Kabupaten Belu, jajaran pimpinan perangkat daerah, Camat Tasifeto Barat, Kepala Desa Tukuneno, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Suku Salakwain.***

Tags

Terkini