Ket: Pertamina Patra Niaga menghimbau
Masyarakat yang menemukan indikasi kecurangan atau permainan petugas SPBU diminta segera melapor melalui Contact Center Pertamina di nomor 135(foto:MT)
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM- Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman. Kepastian ini disampaikan merespons antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU pada Senin (21/9/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar, terus dilakukan secara berkala melalui 7 SPBU Reguler dan 1 SPBU Kompak di Kabupaten Belu.
"Pertamina terus memantau kondisi penyaluran BBM di Kabupaten Belu dan berkoordinasi dengan SPBU untuk memastikan ketersediaan stok serta pelayanan berjalan sesuai ketentuan," ujar Ahad.
Ahad menjelaskan, melonjaknya antrean di SPBU dipicu oleh dua faktor utama:
Peralihan konsumen: Banyak pengguna BBM yang beralih dari Pertamax ke Pertalite.
Praktik pelangsiran: Adanya oknum yang melakukan pembelian BBM secara berulang dengan berpindah-pindah SPBU.
Praktik pembelian berulang tersebut dinilai mengganggu kelancaran pelayanan dan mengancam pemerataan hak konsumen lain untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Untuk mengatasinya, Pertamina berkoordinasi dengan Fuel Terminal Atapupu guna memprioritaskan suplai ke SPBU yang mengalami kehabisan stok. Selain itu, Pertamina juga menggandeng pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) untuk menertibkan oknum pelangsir.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan menghindari aksi panic buying. Masyarakat yang menemukan indikasi kecurangan atau permainan petugas SPBU diminta segera melapor melalui Contact Center Pertamina di nomor 135.