ekonomi

Sinergi KDMP-MBG: Mengembalikan Kedaulatan Pangan ke Tangan Petani Desa

Jumat, 15 Mei 2026 | 15:57 WIB

Oleh: Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH.(Dok: Istimewa).


JAKARTA,MEDIATIHAR.COM – Indonesia tengah menapaki babak baru pembangunan melalui dua pilar strategis: Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Dapur Makan Bergizi Gratis (DMBG). Kolaborasi keduanya diyakini bukan sekadar program sosial, melainkan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu mewujudkan Indonesia Emas.


​Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH., menegaskan bahwa KDMP harus hadir sebagai agregator ekonomi utama di desa. Selama ini, produk unggulan desa seperti telur, sayuran, dan hasil ternak seringkali jatuh ke tangan tengkulak dengan harga rendah karena minimnya akses distribusi.


​"KDMP harus menjadi solusi dengan menyerap hasil panen petani dan peternak skala rumah tangga dengan harga yang adil. Dengan infrastruktur seperti cold storage, koperasi menjaga kualitas produk sekaligus memberikan kepastian pasar bagi warga desa," ujar Prof. Harris.


​Sinergi ini mempertemukan pasokan lokal dengan kebutuhan masif program DMBG. Melalui rantai pasok yang pendek, setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah untuk gizi anak desa akan kembali menjadi pendapatan bagi orang tua mereka sendiri.


​Manfaat strategis sinergi KDMP-DMBG meliputi:


​Jaminan Gizi: Bahan pangan lebih segar karena diambil langsung dari ladang terdekat.


​Stabilitas Harga: Melindungi produsen dari fluktuasi harga pasar yang ekstrem.


​Kapasitas SDM: Pelatihan manajemen mutu meningkatkan standar produksi warga desa.


​Menekan Urbanisasi: Menciptakan lapangan kerja yang menjanjikan di desa agar generasi muda tidak perlu hijrah ke kota.


​Roadmap Transformasi: Menuju Agregator Pangan Handal


​Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Harris memaparkan roadmap operasional yang terbagi dalam tiga fase utama:


​1. Fase Konsolidasi: Penguatan Basis Data


​Langkah awal dimulai dengan pendataan komprehensif terhadap potensi produksi anggota koperasi secara real-time. Selain itu, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), koperasi akan menyelenggarakan pelatihan standardisasi produk agar memenuhi kriteria keamanan pangan. Pembangunan "Sentra Agregasi Pangan Desa" yang dilengkapi gudang dan alat timbang digital menjadi prioritas di fase ini.

Halaman:

Tags

Terkini