Melalui pendekatan budaya, festival yang mengedepankan nilai persahabatan lintas batas negara ini juga menjadi jembatan diplomasi yang mempererat hubungan sosial-kultural antara masyarakat Indonesia, Timor-Leste, dan Australia.
Menyikapi tingginya mobilitas pelintas batas selama festival, Hendrik Oematan berharap adanya penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pihak Imigrasi, dan Kepolisian.
"Kami berharap ada kerja sama yang baik antara pemerintah, perhotelan, imigrasi, dan kepolisian supaya para tamu yang datang dari luar negeri maupun luar daerah merasa aman dan nyaman selama di Belu," pungkas Hendrik.