"Melalui Pos UKK, petugas puskesmas akan menerapkan sistem 'jemput bola' untuk memantau kesehatan penenun dan menindaklanjuti keluhan kesehatan yang ditemukan di lapangan," jelas Vianey.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Pemuda, Kelurahan Manuaman Salurkan 20 Bibit Babi Durok
Selain itu, Puskesmas Haliwen bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menggelar edukasi penggunaan obat secara tepat melalui kampanye DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan benar). Edukasi ini nantinya diintegrasikan dalam kegiatan Posyandu dan pelatihan kader kesehatan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor antara Dekranasda, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan organisasi profesi ini diharapkan dapat memelihara kualitas hidup para penenun, sehingga mereka tetap sehat dan produktif dalam melestarikan warisan budaya tenun khas Belu.
Artikel Terkait
Bangkitkan Kesadaran Kesehatan Perempuan, TP-PKK Belu Masifkan Sosialisasi IVA Test Hingga Ke Plosok
Dorong Kemandirian Pemuda, Kelurahan Manuaman Salurkan 20 Bibit Babi Durok
Lindungi Produk Perbatasan, Dekranasda Belu Sabet Sertifikat Indikasi Geografis
Lindungi Warisan Leluhur, Kemenkum NTT Bawa Tenun Belu Naik Kelas Legally