ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali mengintensifkan pengawasan lingkungan dengan menggelar penggeledahan mendadak di seluruh kamar dan blok hunian warga binaan pada Kamis (15/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Penyisiran tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Minkamtib), Adi Maxim Li, bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) yang melibatkan jajaran petugas serta peserta magang.
Dari hasil penggeledahan intensif, petugas tidak menemukan barang terlarang berskala besar seperti telepon genggam (handphone), narkotika, maupun senjata tajam. Namun, tim menyita sejumlah benda berpotensi bahaya kategori ringan, antara lain silet, paku, pinset, dan sendok besi untuk selanjutnya didata dan dimusnahkan.
Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Antonio Da Costa, memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan seluruh personel dalam menjaga kondusivitas lembaga pemasyarakatan.
"Penggeledahan rutin ini merupakan fondasi utama kami dalam menciptakan Lapas Atambua yang bersih, aman, dan kondusif. Kami tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap keberadaan barang terlarang di dalam blok hunian," tegas Antonio.
Sementara itu, Kasi Minkamtib, Adi Maxim Li, menambahkan bahwa kegiatan penyisiran ini juga menjadi sarana edukasi serta penegakan disiplin, baik bagi warga binaan maupun jajaran petugas. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh tanpa mengabaikan detail sekecil apa pun.
"Meskipun tidak ditemukan handphone atau narkoba, benda tajam dan logam seperti silet dan sendok besi tetap kami sita demi mengantisipasi potensi bahaya yang tidak diinginkan," jelas Adi.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga binaan. Salah seorang perwakilan warga binaan, Dedi Bahan, mengaku mendukung penuh pemeriksaan berkala yang dilakukan pihak Lapas.
"Pemeriksaan ini membuat lingkungan blok menjadi aman. Kalau suasana bersih dari barang terlarang, kami menjalani program pembinaan sehari-hari dengan tenang dan nyaman," ungkap Dedi.
Hal senada disampaikan oleh salah satu peserta magang, Isto Nahak. Ia menilai penggeledahan ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya mitigasi risiko serta penerapan prosedur ketat di dalam Lapas.
Seluruh rangkaian penggeledahan berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Melalui upaya ini, Lapas Atambua menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih demi optimalisasi proses pembinaan.
Artikel Terkait
Lindungi Warisan Leluhur, Kemenkum NTT Bawa Tenun Belu Naik Kelas Legally
Bukan Cuma Asah Keterampilan, Dekranasda Belu Pastikan Kesehatan Puluhan Penenun Terjamin
Diduga Akibat Perbedaan Data, Operasional SPPG Kabuna di Belu Dihentikan Sementara oleh BGN
Menjawab Tantangan Provinsi Kepulauan, FKIP Undana Soroti Pentingnya Pendidikan Geografi dan Ketahanan Pangan
Wajah Baru Perbatasan RI–Timor Leste: Menikmati Ruang Publik di Taman Budaya Motaain