Rabu, 14 Oktober 2026

Buah Kerja Keras Warga Binaan Lapas Atambua: Panen 2,5 Ton Semangka, Langsung Laris Manis!

Photo Author
Haman Hendrikus, Mediatihar.com
- Selasa, 29 September 2026 | 12:16 WIB
Ket: Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Antonio Da Costa (tengah/sesuai posisi), memetik semangka bersama warga binaan saat Panen Raya di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Atambua, Kabupaten Belu (foto:MT)

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan. Sebanyak 2,5 ton semangka segar berhasil dipanen dari area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Atambua, Senin (28/9/2026).


​Kegiatan panen raya ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Atambua, Antonio Da Costa, didampingi jajaran pejabat struktural dan delapan warga binaan yang terlibat aktif dalam pengelolaan lahan SAE.


-


​Antonio Da Costa menyatakan, capaian ini merupakan tolok ukur efektivitas program pembinaan dan rehabilitasi di lingkungan pemasyarakatan, khususnya di bidang agrobisnis.


​"Capaian panen raya sebanyak 2,5 ton ini membuktikan efektivitas program pembinaan kemandirian kami. Lapas Atambua berkomitmen mencetak warga binaan yang produktif melalui komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal nyata saat mereka kembali berintegrasi di masyarakat," ujar Antonio.


​Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Atambua, Andra Sukabir, menjelaskan bahwa proses budidaya semangka telah berlangsung sejak 15 Juli 2026 di atas lahan seluas 1.500 meter persegi.


​"Proses tanam berlangsung dengan pendampingan ketat dari petugas serta teknik perawatan yang terukur. Hasil panen ini dipasarkan di Showroom Lapas Atambua dengan harga Rp20.000 hingga Rp50.000 per buah, yang sekaligus disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," terang Andra.


-


​Salah satu warga binaan yang terlibat, Yulianus Manek, mengaku bangga dan bersyukur atas hasil kerja keras yang dilakukan selama proses penanaman hingga panen.


​"Kami sangat bersyukur kerja keras kami membuahkan hasil. Di SAE Lapas Atambua, kami tidak sekadar mengisi waktu, tetapi dibekali ilmu bercocok tanam yang berguna sebagai modal mencari nafkah secara halal setelah bebas nanti," ungkap Yulianus.


​Melalui capaian ini, Lapas Atambua berkomitmen untuk melanjutkan keberlanjutan program pertanian pada siklus tanam berikutnya di area SAE.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Haman Hendrikus

Tags

Terkini

Terpopuler

X