Pendidikan Tinggi: Mahasiswa asal Belu yang berprestasi juga mendapatkan perhatian dengan alokasi bantuan biaya pendidikan sebesar Rp750 Juta.
Selain dua pilar utama tersebut, beberapa program strategis lainnya tetap mendapatkan pembiayaan, antara lain:
Tani Mandiri: Pengolahan lahan gratis seluas 600 Ha dan pembangunan jalan usaha tani di Desa Sarabau, Bauho, dan Fatubaa.
Air Bersih: Pembangunan sumur bor di 5 lokasi strategis (Tala, Maumutin, Fatubenao, Tasain, dan Dilumil) senilai Rp1,43 Miliar.
Pemberdayaan Kelurahan: Kucuran dana Rp5 Miliar untuk pembangunan sarana dan pemberdayaan ekonomi di 12 kelurahan.
Digitalisasi: Penyediaan Free WiFi di area publik (Pasar dan Alun-alun Kota) serta absensi berbasis Face ID untuk disiplin pegawai.
Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen untuk terus memonitor pelaksanaan anggaran 2026 agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan warga di tengah kondisi fiskal yang terbatas.