berita

​Debit Air Menurun Dampak Kemarau, Kontraktor Benahi Pipa SPAM: Ini Penjelasan PDAM

Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:23 WIB
Ket: Pekerja dari pihak penyedia jasa tengah melakukan perbaikan dan penataan ulang jaringan pipa Sambungan Rumah (SR) SPAM Jumat (2/10/2026)

ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM – Penyaluran air bersih bagi pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Fatubenao di Kabupaten Belu terganggu. Gangguan ini dipicu oleh penurunan kapasitas sumber air baku akibat musim kemarau serta kerusakan teknis pada sejumlah Sambungan Rumah (SR).


​Guna mengatasi persoalan tersebut, Perumda Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Belu serta pihak penyedia untuk merampungkan perbaikan dalam jangka waktu 30 hari.


​Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Kabupaten Belu, Kornelis Nai Kau, S.T., menyampaikan bahwa pasokan air di wilayah SPAM Fatubenao mengandalkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Haekrik dan Mata Air Molosoan. Namun, debit kedua sumber air tersebut menyusut signifikan selama musim kemarau.


​"Khusus IPA Haekrik, kami mendapat izin dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II untuk mengambil air dua kali seminggu, yakni Senin dan Selasa, dengan durasi operasional masing-masing lima jam. Waktu ini difokuskan melayani sebagian wilayah SPAM Fatubenao, sedangkan sisanya ditopang Mata Air Molosoan," kata Kornelis mewakili Direktur Utama Perumda Air Minum Belu, Jumat (2/10/2026).


​Selain masalah pasokan air baku, Kornelis mengidentifikasi kendala teknis berupa kebocoran pada komponen SR pelanggan. Kerusakan dominan terjadi pada bagian stop kran, plug kran, dan check valve (katup searah) yang terpasang di meteran air warga.


​Ia menjelaskan, setelah proses Provisional Hand Over (PHO) oleh Dinas PUPR dan penyedia, distribusi air ke SR SPAM Fatubenao sebenarnya sudah berjalan sekitar 7 hingga 8 bulan. Namun, beberapa titik kerusakan di lapangan membuat aliran air ke sejumlah rumah belum optimal.


​"Perumda bertindak sebagai operator. Saat mendapati kendala teknis ini, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR Belu dan kontraktor pelaksana. Dinas PUPR memberi waktu 30 hari kepada penyedia untuk menuntaskan seluruh pembenahan," ujar Kornelis. Ia mengimbau warga terdampak agar tetap tenang selama proses perbaikan berlangsung.


​Dikonfirmasi terpisah, pihak kontraktor pelaksana dari CV Lionder Raya, Serafin Lici, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kerusakan yang ada karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan.


​"Status pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan. Jika ditemukan adanya kerusakan atau kendala di lapangan, tentu menjadi kewajiban kami untuk segera membenahinya," tutur Serafin.


​Sementara itu, Pejabat Fungsional Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Belu, Julio El Emerson Klau, menegaskan proyek penataan SPAM Fatubenao belum diserahterimakan secara akhir (Final Hand Over/FHO) kepada Dinas PUPR maupun Perumda Air Minum Belu.


​"Setelah FHO dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyedia, barulah dilaksanakan serah terima aset. Selama belum FHO, tanggung jawab sepenuhnya masih berada di tangan PPK dan kontraktor pelaksana," terang Julio.


​Julio menambahkan, pembayaran proyek kepada kontraktor baru direalisasikan sebesar 95 persen, sedangkan sisa 5 persen ditahan sebagai jaminan pemeliharaan (retensi). Berdasarkan pemantauan di lapangan, pihak kontraktor dinilai kooperatif dan aktif menindaklanjuti perbaikan.


bahwa pihak kontraktor sudah mulai melaksanakan pembenahan sesuai instruksi teknis dari pihak PUPR dan PDAM sebagai operator.


​Sebagai informasi, proyek optimalisasi SPAM Fatubenao ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp5.043.526.850. Berdasarkan Surat Perjanjian Nomor: 17/PPK.CK-PUPR/SP/VII/2025, pekerjaan dikerjakan oleh CV Lionder Raya selama 150 hari kalender, terhitung sejak 25 Juli 2025 hingga 21 Desember 2025.

Tags

Terkini