Ket: Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY, Letkol Arh Rudi Afrika, S.Sos., memberikan keterangan pers terkait pengamanan barang bukti BBM di perbatasan Kabupaten Belu (foto :MT)
ATAMBUA,MEDIATIHAR.COM - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste dalam 10 hari awal penugasannya.
Komandan Satgas Yonarhanud 14/PWY, Letkol Arh Rudi Afrika, S.Sos., mengungkapkan bahwa barang bukti yang diamankan meliputi 12 karung pakaian bekas (ballpress), puluhan minuman kaleng, serta hampir 2 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan minyak tanah.
"Dari 10 hari penugasan di Atambua, kami mengamankan beberapa barang bukti. Untuk ballpress sebanyak 12 karung sudah diserahkan ke pihak Bea Cukai empat hari lalu. Sementara barang bukti lainnya masih dikumpulkan untuk penyerahan tahap berikutnya," ujar Letkol Arh Rudi Afrika kepada awak media.
Terkait kelangkaan BBM yang kerap terjadi di Kabupaten Belu, Letkol Rudi menegaskan bahwa fokus utama Satgas Pamtas adalah pengawasan dan penindakan di sepanjang garis perbatasan, baik barang yang keluar menuju Timor Leste maupun yang masuk ke Indonesia.
"Jika menyangkut pengawasan dari SPBU ke oknum tertentu, itu merupakan domain Kepolisian. Namun, jika kami menerima informasi adanya tindak penyimpangan tersebut, kami akan berkoordinasi dan meneruskan informasinya ke pihak Polri," jelasnya.
Penindakan penyelundupan BBM ini tercatat berasal dari tiga titik pengamanan di wilayah kerja pos satgas, yakni Pos Motaain (SSK 1), Pos Turiscain (SSK 2), dan Pos Motamasin (SSK 3).
Ia menambahkan, modus operandi pelaku penyelundupan dilakukan dengan menaruh barang bukti di area tersembunyi sebelum diseberangkan.
"Para pelaku biasanya menaruh BBM di pesisir sungai sambil memantau situasi. Seperti kejadian tadi malam, saat hendak menaikkan BBM ke perahu, pelaku melihat pergerakan anggota kami lalu melarikan diri. Anggota sempat melakukan pengejaran hingga masuk ke sungai, namun pelaku berhasil lolos memanfaatkan penguasaan medan," ungkap Dansatgas.
Pihak Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY terus memperketat patroli dan kegiatan penghentian/penyergapan (ambush) dengan memperkuat koordinasi bersama Satgas Intelijen dan Satgas Bais di sepanjang wilayah perbatasan RI-RDTL. Penyerahan sisa barang bukti ke Bea Cukai direncanakan bakal melibatkan awak media dalam waktu dekat.