berita

Warga Antre Berjam-jam di SPBU, 2 Ton BBM Ilegal Justru Nyaris Lolos di Perbatasan Belu

Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:08 WIB
Ket:Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY Letkol Arh Rudi Afrika  memeriksa barang bukti BBM jenis solar dan pakaian bekas hasil penindakan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste (foto:MT)

BELU,MEDIATIHAR.COM- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kian memprihatinkan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di delapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mengganggu arus logistik, hingga mengancam stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.


​Di tengah situasi tersebut, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan barang ilegal hanya dalam 10 hari awal penugasannya.


​Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita hampir 2 ton BBM jenis solar dan minyak tanah, 12 karung pakaian bekas (ballpress), serta puluhan minuman kaleng.


​Komandan Satgas Yonarhanud 14/PWY, Letkol Arh Rudi Afrika, menegaskan bahwa fokus utama pihaknya murni pada tindakan pengamanan dan pencegahan di sepanjang garis perbatasan.


​"Kami hanya melaksanakan penindakan. Terkait pengawasan (distribusi BBM di masyarakat), itu bukan kewenangan kami," ujar Rudi kepada awak media.


​Rudi menjelaskan, domain Satgas Pamtas terbatas pada pengawasan lalu lintas barang yang keluar dan masuk wilayah perbatasan.


​"Jika menyangkut pengawasan dari SPBU ke oknum tertentu, itu merupakan domain Kepolisian. Namun, jika kami menerima informasi adanya tindak penyimpangan tersebut, kami akan berkoordinasi dan meneruskan informasinya ke pihak Polri," jelasnya.


​Penindakan penyelundupan BBM ini berasal dari tiga titik, yakni Pos Motaain (SSK 1), Pos Turiscain (SSK 2), dan Pos Motamasin (SSK 3). Para pelaku umumnya menggunakan modus menyembunyikan barang di area strategis sebelum diselundupkan.


​"Para pelaku biasanya menaruh BBM di pesisir sungai sambil memantau situasi. Seperti kejadian tadi malam, saat hendak menaikkan BBM ke perahu, pelaku melihat pergerakan anggota kami lalu melarikan diri. Anggota sempat melakukan pengejaran hingga masuk ke sungai, namun pelaku berhasil lolos memanfaatkan penguasaan medan," ungkap Rudi.


​Saat ini, sebanyak 12 karung pakaian bekas telah diserahkan kepada pihak Bea Cukai. Penyerahan sisa barang bukti lainnya dipastikan menyusul dalam waktu dekat.


​Guna meminimalisasi potensi penyelundupan susulan, Satgas Pamtas Yonarhanud 14/PWY terus memperketat patroli dan aksi penyergapan (ambush) melalui koordinasi intensif bersama Satgas Intelijen dan Satgas Bais.

Tags

Terkini