berita

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Atambua Buktikan WBP Mampu Panen 400 Kg Melon

Senin, 12 Oktober 2026 | 07:11 WIB
Ket: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Atambua memamerkan buah melon hasil budidaya mandiri di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (foto:MT)

ATAMBUA, MEDIATIHAR.COM- Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali membuahkan hasil nyata. Melalui area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), jajaran Lapas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sukses memanen 400 kilogram melon segar di atas lahan seluas 200 meter persegi, Senin (12/10/2026).


​Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Atambua, Antonio Da Costa, bersama jajaran petugas dan tujuh orang WBP yang telah menjalani masa asimilasi kerja luar tembok.


-


​Kalapas Atambua, Antonio Da Costa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para warga binaan. Menurutnya, keberhasilan budidaya ini menjadi bukti konkret komitmen Lapas Atambua dalam mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.


​"Kerja keras dan ketekunan yang ditunjukkan hari ini membuktikan bahwa proses pembinaan di Lapas Atambua terus berjalan. Kami berkomitmen memberikan keterampilan kerja bervariasi, khususnya di sektor ketahanan pangan, sebagai bekal berharga bagi mereka setelah bebas nanti," ujar Antonio.


​Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Atambua, Andra Sukabir, menjelaskan bahwa proses budidaya melon ini memakan waktu perawatan intensif selama 87 hari sejak dimulainya penanaman pada 15 Juli lalu.


​"Warga binaan didampingi mulai dari pemilihan bibit unggul, perawatan harian, hingga proses menjelang panen. Selain budidaya, mereka juga diajarkan strategi pemasaran untuk menjual hasil panen ke pasar dan masyarakat luas dengan estimasi nilai jual Rp30.000 per buah," terang Andra.


-


​Salah seorang warga binaan pengelola lahan SAE, Leo Asa, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Lapas atas bimbingan dan keterampilan pertanian yang diberikan.


​"Melihat melon yang kami rawat berbuah manis dan siap panen membuat kami sangat bangga. Terima kasih kepada Bapak Kalapas dan tim pembina atas arahan dan edukasinya selama ini," tutur Leo.


-


​Keberhasilan panen ini juga tidak lepas dari sinergi bersama peserta magang yang aktif mendampingi proses budidaya. Demitrio Nahak, salah satu peserta magang, mengaku berkesan bisa berbagi ilmu pertanian dengan para warga binaan hingga memetik hasil panen yang memuaskan.


​Melalui keberhasilan ini, Lapas Kelas IIB Atambua terus menegaskan posisinya sebagai lembaga pemasyarakatan yang produktif dan berdaya guna dalam membekali warga binaan menuju masa depan yang mandiri.***

Tags

Terkini