MANUAMAN,MEDIATIHAR.COM- Pemerintah Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, menyalurkan bantuan stimulan berupa 20 ekor bibit babi jenis Durok kepada empat kelompok ternak pemuda di wilayah setempat, Selasa (13/10/2026).
Penyerahan bantuan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Manuaman tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Manuaman, Wenseslaus Y. Da Costa Bria, S.E., M.M., dengan didampingi oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Peternakan.
Lurah Manuaman, Wenseslaus Y. Da Costa Bria, menjelaskan bahwa setiap kelompok ternak menerima lima ekor bibit babi. Program ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pemberdayaan pemuda, peningkatan ekonomi keluarga serta pendorong ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat di sektor peternakan.
"Kita berharap bantuan sebanyak 20 ekor ini tidak hanya dipandang sebagai bantuan semata, tetapi sebagai modal usaha yang harus dijaga, dipelihara, dan dikembangkan secara bertanggung jawab," ujar Wenseslaus.
Ia menambahkan, apabila program ini dikelola dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi ekonomi warga, Kelurahan Manuaman dapat menjadi contoh positif bagi kelompok pemuda di wilayah lainnya.
Bantuan bibit babi tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat penerima manfaat. Perwakilan salah satu kelompok ternak penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pemerintah Kelurahan Manuaman atas kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi pemuda.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Manuaman dan tim PPL atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Bantuan bibit babi Durok ini sangat berarti bagi kelompok kami sebagai modal awal untuk berkembang," ujar salah satu ketua kelompok ternak penerima bantuan.
Ia menegaskan, kelompoknya berkomitmen untuk merawat dan mengembangbiakkan ternak tersebut sesuai petunjuk teknis dari PPL agar memberikan hasil yang maksimal. "Kami berkomitmen untuk menjaga dan memelihara ternak ini dengan penuh tanggung jawab demi meningkatkan perekonomian anggota kelompok dan masyarakat sekitar," tambahnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program dan kesehatan ternak, pihak PPL Peternakan Kelurahan Manuaman menyiapkan skema pengawasan berkala serta layanan medis darurat berkonsep on-call.
PPL Peternakan Kelurahan Manuaman, Lorensius Berek, S.ST., menyampaikan bahwa peternak dapat langsung menghubungi petugas jika menemukan kendala kesehatan pada ternak.
"Kami memberikan nomor kontak kepada peternak. Jika ada kendala seperti ternak sakit, mengalami penurunan nafsu makan, atau cacingan, peternak dapat langsung menghubungi kami. Kami siap datang ke lokasi untuk melakukan tindakan medis, seperti penyuntikan antibiotik, pemberian obat cacing, maupun vitamin," kata Lorensius saat diwawancarai, Selasa (13/10/2026).
Guna mendukung keberhasilan pembesaran bibit babi Durok yang diproyeksikan sebagai calon indukan, Lorensius menekankan pentingnya kelayakan tempat pemeliharaan. Standar ukuran kandang ideal yang disarankan adalah minimal 2 \times 2 meter hingga 2,5 \times 2,5 meter agar ruang gerak ternak tetap memadai.