Selain itu, mengingat keterbatasan lahan pemukiman, PPL terus mengedukasi peternak mengenai pengelolaan limbah kotoran ternak. Pembuatan septic tank penampung kotoran menjadi syarat utama untuk mencegah pencemaran lingkungan dan menjaga kenyamanan warga sekitar.
Kedepan, Pemerintah Kelurahan Manuaman juga merencanakan pelatihan pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi energi biogas untuk kompor gas.
"Pelatihan pemanfaatan kotoran ternak untuk kompor biogas ini sangat baik. Namun, pengoperasiannya membutuhkan pasokan kotoran yang kontinu, yang umumnya efektif jika peternak memelihara sekitar 3 hingga 4 ekor babi," jelasnya.
Mengenai kebutuhan pakan, Lorensius menyebutkan bahwa anggaran kelurahan saat ini difokuskan pada pengadaan bibit. Oleh karena itu, ketersediaan pakan disesuaikan secara mandiri oleh para penerima manfaat. Ia juga mengimbau peternak untuk memperhatikan pola pakan yang tepat, terutama bagi bibit yang masih muda.
"Dedak memiliki serat yang kasar sehingga tidak disarankan untuk babi yang masih kecil karena organ pencernaannya belum siap. Peternak disarankan memberikan pakan racikan yang sesuai dengan kebutuhan bibit pembesaran," pungkasnya.
Melalui penyerahan bantuan bibit babi Durok ini, kelompok ternak di Kelurahan Manuaman diharapkan dapat meningkatkan populasi ternak secara berkelanjutan sekaligus menopang perekonomian warga lokal.