Rabu, 14 Oktober 2026

Lawan Stunting dari Dapur: Ibu-Ibu Kader Belu Dilatih Sulap Tuna Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Photo Author
Haman Hendrikus, Mediatihar.com
- Senin, 27 April 2026 | 00:37 WIB

Memerangi stunting Dinas Kelautan dan Perikanan NTT kampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), warga Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat


​BELU,MEDIATIHAR.COM– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkuat peran ibu-ibu rumah tangga dan kader Posyandu dalam memerangi stunting. Melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), warga Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, dilatih mengolah ikan tuna menjadi berbagai produk pangan bergizi, Sabtu (25/4/2026).


​Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Intervensi Perangkat Daerah Berbasis Desa dengan konsep One Village One Product (OVOP). Tujuannya jelas: meningkatkan pengetahuan pengolahan pangan berbasis ikan sekaligus memperkuat pemenuhan gizi keluarga di wilayah perbatasan.




-
Foto: Teknik Pengolahan: Mengolah ikan tuna menjadi abon, nugget, dan bakso ikan yang disukai anak-anak

​Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Alexon Lumba, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa tantangan stunting di NTT harus dijawab dengan optimalisasi potensi laut yang melimpah.


​"Stunting bukan hanya soal fisik, tetapi menyangkut kualitas SDM masa depan NTT. Sangat ironis jika daerah dengan sumber daya laut yang kaya masih menghadapi masalah gizi tinggi," ujar Alexon di hadapan para peserta.


​Ia menekankan bahwa ikan adalah sumber protein murah dan berkualitas. Melalui pelatihan ini, pemerintah berupaya menghubungkan perbaikan gizi dengan penguatan ekonomi rumah tangga.


​Dalam pelatihan ini, 30 peserta dari enam kelompok pengolah tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bimbingan teknis langsung. Fokus pelatihan meliputi:


​Teknik Pengolahan: Mengolah tuna menjadi abon, nugget, dan bakso ikan yang disukai anak-anak.


​Standar Higienis: Memastikan proses produksi bersih dan sehat.


​Kemas dan Pasarkan: Teknik pengemasan menggunakan hand sealer serta strategi pemasaran agar produk memiliki nilai tambah di pasar


.




-
Teknik pengemasan menggunakan hand sealer serta strategi pemasaran agar produk memiliki nilai tambah di pasar

​Sebagai dukungan nyata, Pemprov NTT menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada enam kelompok masyarakat, berupa 6 unit freezer, 6 unit spinner (peniris minyak), 6 unit hand sealer, alat stempel label, serta 180 kg ikan tuna segar sebagai modal awal.


​Selain pelatihan, aksi nyata dilakukan dengan membagikan 40 paket olahan ikan kepada siswa SD dan TK, serta 10 paket khusus untuk ibu hamil sebagai intervensi gizi langsung.


​Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belu dan Kepala Cabang DKP NTT Wilayah I ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni belaka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Haman Hendrikus

Tags

Terkini

X