Rabu, 14 Oktober 2026

Program "Satu Desa Satu Sumur Bor" Mulai Jangkau Wilayah Rawan Krisis Air di Belu

Photo Author
Haman Hendrikus, Mediatihar.com
- Jumat, 24 Juli 2026 | 01:15 WIB
ket:Bupati Belu willybrodus Lay SH Bersama Tim Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meninjau langsung lokasi sumber air di Desa Sadi(foto:MT)

BELU,MEDIATIHAR.COM — Pemerintah Kabupaten Belu terus mematangkan program prioritas pemenuhan air bersih bagi masyarakat. Bupati Belu, Willybrodus Lay, bersama Tim Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meninjau langsung lokasi sumber air di Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (23/7/2026).


​Peninjauan ini merupakan bagian dari realisasi program "Satu Desa Satu Sumur Bor" yang dicanangkan oleh pasangan Bupati Willy Lay dan Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves. Program tersebut ditargetkan menjadi solusi atas persoalan klasik krisis air bersih yang kerap melanda wilayah Belu saat musim kemarau.


​Dalam peninjauan tersebut, Bupati Belu memimpin langsung proses pematokan titik sumber air yang akan menjadi lokasi pembangunan sumur bor. Sementara itu, Tim Geologi UGM melakukan identifikasi lapisan tanah dan potensi debit air menggunakan alat detektor modern, Enhanced Water Finding Marvel. Alat ini sengaja diadakan pemda guna memastikan akurasi titik pengeboran.


​Warga Desa Sadi menyambut baik rencana pembangunan ini. Pasalnya, Desa Sadi merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam peta rawan kekeringan di Kabupaten Belu, terutama pada periode Juli hingga November setiap tahunnya.


​"Syukurlah semoga terlaksana. Kami memang tiap tahun kesulitan air di musim kemarau. Kalau ada sumur bor, kami tidak perlu jalan jauh lagi cari air," ujar salah seorang warga setempat.


​Pemerintah Kabupaten Belu di bawah kepemimpinan Willy Lay dan Vicente Hornai Gonsalves menempatkan pemenuhan air bersih sebagai program kerja utama. Terdapat tiga pilar strategis yang saat ini tengah digencarkan oleh Pemkab Belu:


​1. Program "Satu Desa Satu Sumur Bor"


​Program ini difokuskan untuk membuka akses air bersih di wilayah yang rentan krisis secara bertahap. Pada Tahun Anggaran (TA) 2025, program ini telah terealisasi di sejumlah titik, antara lain:


​Desa Leosama


​Trans Jokowi Fatuketi


​Dusun Salala dan Dusun Weliurai (Desa Kabuna)


​Weaituan dan Kelurahan Umanen


​Dusun Naresa (Desa Persiapan Raidikur)


​Dusun Tala (Desa Tukuneno), Maumutin, Fatubenao, Tasain, dan Dilumil.


​Tambahan: Dua unit sumur bor bersumber dari APBN juga telah dibangun di Pasar Sabete Manleten dan SDI Asulait.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Haman Hendrikus

Tags

Terkini

X