berita

Duduk Bersama di Atambua: Saat Masyarakat Adat dan Peneliti Dunia Bersatu Jaga Hutan Perbatasan

Senin, 27 April 2026 | 13:00 WIB

Wujudkan Pengelolaan Hutan Terintegrasi di Perbatasan, Peneliti UKAW Gelar Dialog Multi Pihak di Atambua


Atambua,Mediatihar.Com– Upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di wilayah perbatasan terus diperkuat. Sejumlah peneliti dari Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang menggelar Dialog Multi Pihak bertajuk EXPLORE CN040 yang melibatkan warga dari Desa Fatulotu, Desa Alas, dan Desa Alas Selatan di Atambua, Senin (27/4).


​Kegiatan yang mengusung tema "Mengelola Hutan Berbasis Keterkaitan Hutan, Air, Energi, dan Makanan di Wilayah Perbatasan Indonesia" ini bertujuan untuk mensinergikan pengelolaan ekosistem hutan dengan kebutuhan dasar masyarakat secara terintegrasi.


​Program ini merupakan hasil kolaborasi antara UKAW Kupang dengan berbagai lembaga nasional dan internasional, termasuk:


​Pemerintah Swedia


​RECOFTC


​CIFOR-ICRAF (World Agroforestry)


​Berbagai institusi pendidikan di bidang lingkungan dan kehutanan.


​Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, dan akses energi bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat pinggiran.


-


​Ketua Peneliti, Profesor Jonathan Koehuan, menjelaskan bahwa wilayah perbatasan memiliki karakteristik ekologis dan sosial-ekonomi yang unik, sehingga tidak bisa dikelola dengan pendekatan parsial atau terpisah-pisah.


​"Hutan bukan sekadar aset ekologis, tetapi juga penyangga ketersediaan air, sumber energi, dan penunjang produksi pangan masyarakat. Pendekatan terintegrasi menjadi keharusan agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang," ujar Prof. Jonathan.


​Dalam dialog tersebut, berbagai pihak mulai dari masyarakat adat, perangkat desa, akademisi, hingga perwakilan kelompok perempuan dan pemuda duduk bersama mengidentifikasi tantangan lokal. Beberapa isu krusial yang mencuat antara lain:


​Degradasi hutan di wilayah perbatasan.

Halaman:

Tags

Terkini