Kamis, 15 Oktober 2026

Duduk Bersama di Atambua: Saat Masyarakat Adat dan Peneliti Dunia Bersatu Jaga Hutan Perbatasan

Photo Author
Haman Hendrikus, Mediatihar.com
- Senin, 27 April 2026 | 13:00 WIB

​Fluktuasi ketersediaan air bersih.


​Keterbatasan akses energi.


​Ancaman terhadap ketahanan pangan lokal.


​Prof. Jonathan menambahkan bahwa pendekatan keterkaitan antar-sektor (nexus approach) ini telah terbukti efektif di berbagai belahan dunia. Ia berharap model ini dapat diadaptasi sesuai kearifan lokal di Atambua.


-


​“Melalui kerja sama lintas pihak, kita dapat menyusun solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pengelola utama sumber daya alam,” tambahnya.


​Hasil dari dialog ini nantinya akan dijadikan acuan dalam penyusunan rencana aksi pengelolaan hutan di tiga desa mitra. Selain itu, program ini diharapkan menjadi model pengembangan yang dapat direplikasi di wilayah perbatasan lainnya di seluruh Indonesia sebagai bagian dari komitmen pembangunan nasional di daerah terdepan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Haman Hendrikus

Tags

Terkini

X