2. Pembangunan Bendungan Welikis untuk Jangka Panjang
Untuk ketahanan air jangka panjang, Pemkab Belu terus mengawal kelanjutan Proyek Bendungan Welikis. Bendungan ini diproyeksikan menjadi penyedia air baku lintas sektor, mulai dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga hingga irigasi pertanian.
Proyek ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Pemkab Belu saat ini intens berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT untuk percepatan teknis serta regulasi.
3. Transformasi Sanitasi Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)
Selain air bersih, Pemkab Belu juga menggenjot pembangunan ribuan tangki septik individual melalui DAK demi mewujudkan akses air minum dan sanitasi aman 100 persen bagi masyarakat.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur air di Kabupaten Belu bukan sekadar proyek fisik musiman, melainkan fondasi bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.
"Air bersih adalah kebutuhan dasar. Kami tidak membangun infrastruktur hanya sebagai proyek fisik, tapi sebagai fondasi ketahanan air daerah, penopang kesehatan, dan penggerak ekonomi rakyat," tegas Willy Lay.
Peninjauan di Desa Sadi ini menegaskan komitmen Pemkab Belu dalam mengimplementasikan visi "Gerak Cepat Pemimpin Dambaan Rakyat Belu: Memperkuat Akses Air Bersih dan Ketahanan Air Daerah."***