"Ada beberapa titik jalan yang belum bisa kita perbaiki tahun ini karena keterbatasan anggaran. Namun, sudah kami usulkan agar bisa direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya," jelasnya.
Selain keterbatasan anggaran, pengerjaan di beberapa lokasi seperti area Pelita dan Sukairen (Jalan Apodeti) sempat menghadapi kendala teknis akibat saluran air yang tersumbat dan tergenang. Hal ini mengharuskan tim di lapangan melakukan penanganan saluran air bersamaan dengan perbaikan badan jalan.
Mengingat proses perbaikan dan pengaspalan masih berlangsung di sejumlah titik, Dinas PUPR Kabupaten Belu mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di area proyek.
"Kehati-hatian pengendara sangat diperlukan untuk menghindari kecelakaan akibat aktivitas pengerjaan maupun perubahan kondisi permukaan jalan," tutup Ferdinand.